Selasa, 24 Februari 2009

Ternyata Lima Presiden Indonesia Pernah Ditipu

Namanya juga penipu. Siapapun bisa jadi korbannya. tak tanggung-tanggung rek, presiden kita pun juga pernah ketipu. Oalah…. ada-ada saja. Nggak percuma mantan Presiden Habibie jago teknologi, soalnya dialah satu-satunya presiden yang belum pernah kena tipu. Pingin tahu cerita penipu ulung ini. nih dia ceritanya.

Sejumlah ilmuwan menilai Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ‘tertipu’ dalam kasus blue energy (energi biru). Seorang pria asal Nganjuk, Joko Suprapto, mengaku bisa memproduksi minyak mentah dari air. Dari biang minyak itu bisa dihasilkan bahan bakar sekelas minyak tanah hingga avtur.

Presiden SBY yakin itu merupakan sumbangan Indonesia bagi dunia, di tengah makin meroketnya harga minyak. Sementara, negara dibikin pusing tujuh keliling oleh dampak dari kenaikan itu. Karuan saja, sejumlah pihak, termasuk para ilmuwan, menyesalkan informasi yang belum valid bisa diterima oleh SBY. Kabarnya Joko kini dilaporkan ke polisi.

Penipu ‘masuk Istana’ ternyata punya sejarah yang cukup panjang. Baiklah kita mulai pada tahun 1950-an, pada masa pemerintah Presiden Soekarno. Ada seseorang yang mengaku Raja Kubu — suku anak dalam di Jambi. Tidak tanggung-tanggung, dia memberi gelar dirinya Raja Idrus dan istrinya Ratu Markonah.

Pasangan ’suami istri’ itu, entah bagaimana prosesnya, mendapat pemberitaan pers, termasuk foto-foto keduanya. Maka, sejumlah pejabat negara memberikan penghormatan luar biasa pada ‘raja’ dan ‘ratu’ tersebut.

Rupanya ada seorang pejabat yang menghubungi Presiden Soekarno dan kemudian memperkenalkannya. Di Istana, ’suami-istri’ yang sebenarnya adalah penarik becak dan pelacur itu sempat diterima sebagai tamu kehormatan di Istana Merdeka. Mereka juga diberi uang, menginap dan makan gratis di hotel-hotel mewah. Termasuk mengunjungi Kraton Yogyakarta dan Surakarta.

Kedok penipuan mereka terbongkar saat berjalan-jalan di Jakarta. Ada seorang tukang becak yang mengenali ‘Raja’ Idrus, teman seprofesinya di Tegal. Sedang sang ‘maharani’ juga terbongkar berprofesi sebagai pelacur kelas bawah di kota yang sama. Konon, keduanya bertemu di sebuah warung kopi di Tegal. Kemudian sepakat untuk menjalankan aksi penipuan itu. Keistimewaan Markomah selalu memakai kaca mata hitam baik siang maupun malam. Rupanya sebelah matanya picek.

Pada masa Soeharto, di era 1970-an, juga terjadi penipu kelas kakap. Penipunya bernama Cut Zahara Fona, asal Aceh. Meski tidak tamat SD, dia memiliki ide jenius. Dia, yang selalu mengenakan kain batik, mengklaim bahwa janin yang ada diperutnya bisa berbicara dan mengaji.

Karuan saja, kabar itu menggegerkan masyarakat, apalagi diberitakan secara luas di surat kabar dan majalah. Konon, tiras sebuah harian ibukota terdongkrat naik, karena tiap hari membuat berita tentang ‘bayi ajaib’ di perut Cut Zahara.

Masyarakat yang banyak berdatangan pun rela untuk nguping di perutnya yang dilapisi kain untuk mendengar ‘bayi ajaib’ itu berbicara atau mengaji. Bukan hanya rakayat biasa, ada juga pejabat yang meyakininya. Termasuk Wakil Presiden Adam Malik yang mengundang Cut Zahara ke Istana Wapres. Bahkan, Menteri Agama KH Mohamad Dachlan termasuk orang yang meyakininya. Untuk meyakininya, ia menyatakan bahwa Imam Syafi’ie selama tiga tahun berada di kandungan ibunya.
Cut Zahara Fona dan suaminya pernah diperkenalkan oleh Sekdalopbang (Sekretaris Pengendalian Pembangunan) Bardosono kepada Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. Perkenalan ini dilakukan di Bandara Kemayoran setelah keduanya tiba dari lawatan luar negeri. Tapi, rupanya Ibu Tien termasuk orang yang kurang yakin terhadap ‘bayi ajaib’-nya Cut Zahara Fona. Apalagi wanita Aceh itu menolak ketika hendak diperiksa di RSCM.

Konon, Ibu Tienlah yang menggeledah dan mendapatkan bahwa bicara dan mengaji itu hanya berasal dari tape recorder kecil yang disisipkan di perut Cut Zahara. Kala itu memang belum banyak perekam suara sekecil milik Cut.

Meskipun kedoknya terbongkar, ‘bayi ajaib’ tersebut bukan hanya mendapat perhatian masyarakat Indonesia, tapi juga dunia internasional. Hingga ada permintaan dari Pakistan agar Cut dan suaminya berkunjung ke sana. Bahkan, ada yang meramal ‘bayi ajaib’ itu, bila lahir akan menjadi Imam Mahdi.

Setelah tidak terdengar kasus Istana pada masa Presiden BJ Habibie, yang memang pendek masa jabatannya, pada masa Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) kembali terjadi penipuan yang mengaitkan Istana Negara. Pelakunya adalah Soewondo, yang biasa keluar masuk Istana karena jadi tukang pijat Gus Dur.

Orang yang dianggap ‘dekat’ dengan orang nomor satu di Indonesia itu berhasil menipu Yayasan Dana Kesejateraan Karyawan (Yanatera) Badan Urusan Logistik (BULOG) dan dituduh membobol uang yayasan hingga Rp 35 miliar. Soewondo sempat kabur, namun kemudian ditangkap polisi di kawasan Puncak, Jawa Barat. Pengadilan memvonisnya 3,5 tahun penjara.

Kasus tersebut sempat menyita perhatian khalayak dan menjadi senjata pamungkas bagi lawan-lawan politik Gus Dur, yang membantah telah memerintahkan pencarian dana itu. Namun, akhirnya Gus Dur lengser juga dari jabatannya gara-gara kasus yang dikenal dengan istilah Buloggate tersebut.

Pada masa Presiden Megawati, skandal ‘penipuan’ kembali terjadi. Kali ini yang diperdaya adalah Menteri Agama Kiai Said Agil Almunawar. Menteri yang bergelar profesor dan hafidz Alquran ini memimpin penggalian situs di Batutulis Bogor yang diyakini memendam harta karun yang nilainya dapat untuk membayar seluruh utang negara.

Menurut Said Agil, Presiden Megawati mengetahui rencana penggalian situs bersejarah yang konon peninggalan Kerajaan Pajajaran itu. Sayangnya, harta karun yang dicari hanya pepesan kosong. Said Agil sendiri kini masih ditahan dalam kasus tuduhan korupsi uang haji.

Moga-moga penghuni Istana yang menjadi lambang kebanggaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia, itu tidak lagi menjadi korban penipuan.

Kamis, 12 Februari 2009

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Attention: open in a new window.

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Mari kita sukseskan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009!!! Karena jika kita GOLPUT, pemenang Pemilu TETAP BERKUASA.
Silahkan klik gambar, untuk informasi partai peserta. Thanks to detiknews.com

Rabu, 11 Februari 2009

Siapa yang Pertama Mendarat di Bulan??

Benarkan Neil Armstrong manusia pertama yang mendarat di Bulan?
Dari foto-foto tentang peristiwa pendaratan Neil di Bulan yang disimpan secara rahasia oleh Badan Antariksa Amerika (NASA), terungkap bahwa ternyata telah ada orang lain yang lebih dulu mendarat di Bulan, mari kita simak foto tersebut...


Pantas selama ini selalu disebutkan :

"Astronot Neil Armstrong dan Edwin Aldrin Mendarat dengan SELAMET di Bulan"

Jumat, 23 Januari 2009

10 Kejadian Kebetulan di Dunia

Batam hari ini begitu panas membuat rasa suntuk ini makin menjadi, setelah beberapa lama surfing di dunia maya, kutemukan bahan bacaan yang sedikit menghilangkan rasa suntuk ini. Nich dia ada 10 cerita yang serba kebetulan.
1. 3 orang asing di kereta, dengan nama akhir yang komplementer.
Tahun 1920, 3 pria Inggris bepergian terpisah melalui Peru. Saat mereka saling berkenalan, Cuma mereka orang yang ada di dalam kereta. Ternyata perkenalan mereka lebih mengejutkan dari yang mereka bayangkan. Pria pertama memiliki nama akhir Bingham, pria kedua memiliki nama akhir Powell, dan pria ketiga memiliki nama akhir Bingham-Powell, dan mereka tidak ada hubungan saudara. (Source: Mysteries of the Unexplained)

2. Dua bersaudara terbunuh supir taxi yang sama, rentang setahun.
Tahun 1975, saat menyetir moped di Bermuda, seorang pria tiba-tiba ditubruk taxi dan tewas seketika. Satu tahun kemudia, saudara laki2 pria ini mengalami hal yang sama persis. Faktanya, dia mengendarai moped yang sama. Dan lebih aneh lagi, dia ditubruk taxi yang sama dan disetir oleh supir yang sama, mau yang lebih aneh lagi? Taxi ini mengangkut penumpang yang sama!
(Source: Phenomena: A Book of Wonders, John Michell and Robert J. M. Rickard)

3. Penemuan Hotel Tertukar
Tahun 1953, reporter TV Irv Kupcinet ada di London untuk meliput penobatan Elizabeth II. Di salah satu laci di kamarnya di Savoy dia menemukan beberapa barang yang, setelah diidentifikasi, milik seseorang bernama Harry Hannin. Kebetulan , Harry Hannin bintang bola basket dengan tim Harlem Globetrotters yang terkenal itu, adalah teman baik Kupcinet. Tapi cerita ini ternyata memiliki alur yang twist. 2 Hari sesudahnya, sebelum dia berbicara kepada Hannin. Di satu surat, Hannin mengatakan pada Kucinet bahwa saat dia menginap di Hotal Meurice di Paris, dia menemukan di laci sebuah dasi, dengan nama Kupcinet di dasi tersebut! (Source: Mysteries of the Unexplained)

4. Dua Mr. Brysons, di kamar hotel yang sama
Waktu sedang dalam perjalanan bisnis di akhir tahun 1950an, Mr. George D. Bryson berhenti dan masuk ke sebuah hotel di Brown Hotel di Louisville, Kentucky. Setelah menandatangani surat registrasi dan diberi kuci kamar 307, dia berhenti di meja surat untuk melihat surat-surat yang ada. Ternyata ada surat yang ditujukan untuknya kata seorang mail girl, dan diberikanlah surat itu padanya. Sebuah surat dalam amplop yang dialamatkan ke Mr. George D. Bryson, room 307. Tidak akan terlalu aneh, kecuali surat itu bukanlah untuknya, tapi untuk ruang 307 dan orang yang menempati sebelumnya, orang lain dengan nama George D. Bryson. (Source: Incredible Coincidence, Alan Vaughan).

5. Saudara kembar, serangan jantung yang sama
John dan Arthur Mowforth adalah saudara kembar yang hidup terpisah 80 mil di Great Britain. Pada satu sore tanggal 22 mei 1975, keduanya jatuh sakit karena nyeri di bagian dada. Kedua keluarganya tidak mengetahui mengenai sakitnya saudara yang lainnya. Kedua keluarga segera berangkat ke rumah sakit yang berlainan pada waktu yang kira-kira bersamaan. Dan keduanya meninggal karena serang jantung beberapa saat setelah sampai di rumah sakit.
(Source: Chronogenetics: The Inheretance of Biological Time, Luigi Gedda and Gianni Brenci)

6. Novel yang memprediksi takdir Titanic, dan kapal lain yang hampir mengikuti
Morgan Robertson, tahun 1898, menulis “Futility”. Menggambarkan maiden voyage(pelayaran perdana) dari kapal mewah untuk melintasi samudra Pasifik yang bernama Titan. Meskipun banyak yang sesumbar kapal ini tidak bisa tenggelam, kapal ini menabrak lapisan es dan tenggelam dengan memakan banyak korban. Tahun 1912, Titanic, transatlantic luxury liner, mengalami peristiwa persis seperti yang digambarkan novel. Kalau di novel , bulan kecelakaan adalah April, peristiwa tenggelamnya Titanic juga April. Kalau di novel penumpangnya ada 3000 orang, dalam realita sebanyak 2.207. Dalam novel ada 24 lifeboat, kenyataannya 20. Sebulan setelah Titanic tenggelam, kapal liar bepergian melintasi Atlantik yang berkabut dengan seorang anak muda yang mengendalikan. Saat dia ingat kembali mengenai Titanic , dan mengingat bahwa nama kapalnya sendiri adalah Titanian, dia mulai merinding dan menghentikan kapal. Saat itulah bongkah es besar menghantam di depan jalur yang mereka lewati. Titanian selamat.

7. Seorang penulis, menemukan buku masa kecilnya
Saat novelis Amerika, Anne Parrish mencari2 buku di toko buku kota Paris tahun 1920, dia tertarik dengan satu buku yang dulu menjadi buku favoritnya – Jack Frost and Other Stories. Dia memilih buku tua itu dan menunjukkannya pada suaminya, mengatakan padanya bahwa itu adalah buku favoritnya pada saat dia kecil. Suaminya mengambil dan membuka buku itu , pada halaman pertama dia menemukan catatan “Anne Parrish, 209 N. Weber Street, Colorado Springs.”. (Source: While Rome Burns, Alexander Wollcott)

8. A writer’s plum pudding
Tahun 1805, penulis Prancis Émile Deschamps ditraktir oleh orang asing Monsieur de Fortgibu. Sepuluh tahun kemudian, dia melihat menu restoran dan memesan plum pudding, tapi pelayan mengatakan bahwa hidangan terakhir sudah dipesan dan disajikan ke orang lain yang ternyata adalah de Fortgibu. Bertahun-tahun setelah itu kira-kira 1832 Émile Deschamps sedang makan malam, dan sekali lagi dia ditawari plum pudding. Dia jadi ingat insiden bertahun-tahun lalu dan mengatakan pada temannya bahwa yang kurang dari setting cuma de Fortgibu, dan masuklah de Fortgibu yang kini sudah tua ke ruang restoran itu.

9. King Umberto I’ double
Di Monza, Italia, King Umberto I, pergi ke suatu restoran untuk makan malam, ditemani oleh aide-de-camp (perwira pembantu), jendral Emilio Ponzia- Vaglia. Saat pemilik membaca pesanan King Umberto, Raja mulai menyadari kalau dia dan pemilik restoran adalah virtual doubles, baik dalam hal wajah maupun postur. Kedua pria ini mulai berdiskusi mengenai kemiripan keduanya dan menemukan bahwa :
a) Kedua pria ini lahir di hari yang sama dan tahun yg sama, (March 14th, 1844).
b) Kedua pria ini lahir di kota yang sama.
c) Kedua pria ini menikahi wanita dengan nama yang sama, Margherita.
d) Restauranteur membuka restorannya pada hari yang sama saat King Umberto dinobatkan sebagai raja Itali.
e) Pada 29 July 1900, King Umberto diinformasikan bahwa pengusaha restoran itu telah meninggal hari itu karena penembakan misterius, saat dia mengungkapkan rasa penyesalannya, dia terbunuh oleh anarkis yang ada dalam kerumunan.

10. Hari ke 21, hari sial bagi King Louis XVI
Saat raja Prancis King Louis XVI masih kecil, dia diperingatkan oleh seorang astrolog untuk selalu dalam penjagaan pada hari ke 21 setiap bulan. Louis dibuat takut oleh peringatan ini dan tidak pernah melakukan urusan pada hari ke 21. Sayangnya Louis tidak selalu dalam penjagaan. Pada tanggal 21 juni 1791, mngikuti revolusi Prancis, Louis dan ratunya di tahan di Varennes. 21 September 1791, Prancis menghapus institution of Royalty dan memproklamirkan diri sebagai republik. Akhirnya 21 januari 1793, King Louis XVI di eksekusi dengan guillotine.

Kamis, 22 Januari 2009

Pelantikan Obama (Inaugurations)


Setelah Pidato Pelantikannya, Masihkan Membawa Harapan?

Tidak banyak yang bisa dimanfaatkan dunia dari Pidato Pertama Barrack Obama, sesaat setelah resmi dilantik menjadi Presiden ke-44 Amerika Serikat. Pemaparan Obama justru hanya berkisar janji-janji yang pernah disampaikan dalam berbagai mimbar kampanye dulu, seperti penanganan krisis finansial, pengurangan pengangguran, hingga penarikan pasukan AS dari Irak. Pidato itu tidak berisi sesuatu yang baru. Pidato itu tidak ubahnya pemutaran kaset orasi kampanyenya dulu !


Dalam sebuah kesempatan kampanye, Obama mengatakan bahwa sejak tahun 2002, 2003,2004 hingga 2008, ia tidak pernah absen dalam mengkritisi penempatan pasukan AS di Irak. Niat yang sama diungkap kembali dalam pidato pelantikan kemarin. Walau demikian, toh Obama juga akan segera memindahkan pasukan AS di Irak ke Afganistan. Padahal dalam kesempatan pidato itu pula Obama menegaskan bahwa negera besar tidak selalu harus kuat dalam hal persenjataan, namun lebih pada kekuatan niat hati untuk berdiri saling menghormati dan menghargai.


Itu secuil contoh bahwa yang diungkap dalam pidatonya tidak memenuhi ekspektasi publik. Sejatinya, Obama bisa berbuat lebih dari itu. Masyarakat dunia internasional, telah mengikuti setiap langkah Obama mulai masa kampanye hingga langkah terakhir dalam pelantikannya, menantikan beberapa statment yang melegakan dunia, dan menancapkan: Perubahan yang dibawanya akan menyejukkan dunia.


Dunia tahu banyak keterbatasan yang dimiliki seorang Obama, namun dunia juga tahu Obama lahir dan berlatar belakang lebih heterogen dibandingkan Presiden terdahulu. Sebagai seorang Afro-Amerika, Obama tentu merasakan pahitnya status minoritas, getirnya ketidakadilan. Sebagai anak dari seorang Muslim, Hussein, Obama juga harusnya tahu banyak tentang masalah masyarakat muslim tentang ketidakadilan dunia.


Dan sebagai orang yang pernah tinggal di Indonesia dan Hawai, dilahirkan dari keluarga biasa-biasa saja, Obama juga merasakan kesederhanaan hidup. Obama bukan bangsawan yang matang di istana. Obama bukan seorang yang matanya tertutup batas tembok pagar istana. Obama muda banyak melihat gelandangan diluar pagar istana. Obama merasakan letihnya menjadi bangsa kulit hitam. Obama tahu persis dunia yang didiaminya multi agama, multi ras, multi nasib, multi kesejahteraan telah berjalan dengan tidak seimbang. Kesewenangan menindas kesabaran.


Tidak banyak yang bisa disarikan untuk dikumpulkan menjadi harapan, bahwa kelak Presiden ini akan merubah paradigmanya tentang Islam dan Dunia Islam. Obama sama sekali tidak menyentuh 1 kalimatpun tentang kondisi Gaza saat ini. Namun justru mengancam para pemimpin mereka yang dianggapnya senantiasa bertindak dengan keras dan merusak. Obama perlu tahu bahwa masalah ummat Islam saat ini berporos pada standart ganda AS di Palestina, yang menjadikan negara Yahudi itu sebagai prajurit penjaga wilayah Arab yang bertindak diluar batas kemanusiaan. Obama harus tahu bahwa pendekatan pihaknya pada Islam harus dimulai dari ketegasan sikap AS untuk menceraikan bangsa Yahudi itu, dan berhenti memecah belah kehidupan negeri muslim. Dan berhenti pada paradigma Islam dan kekerasan. Obama justru harus mampu menjelaskan sikap negaranya yang mendukung negara Yahudi, dengan mengirimkan ribuan ton amunisi untuk pembersihan rakyat Palestina di tanahnya sendiri dan telah berlangsung 60 tahun terakhir. Obama yang kita lihat pada pidato pelantikkannya hari ini tidak mampu bersikap atas masalah pembasmian masyarakat sipil itu, wanita dan anak-anak di Palestina oleh agresor Yahudi. Dan yang disesalkan justru Obama masih melihat Islam sebagai penghancur, destroyer. Walaupun di paragraf yang lain ia menyatakan keinginannya untuk bertindak based on mutual interest and mutual respect serta menjadikan AS milik semua ras, semua agama.


Pidato ini menyimpulkan, identitas Obama. Mungkin banyak yang akan dirubahnya untuk AS, namun tidak banyak yang bisa diwarnainya dalam hubungan internasional.

Pendekatan bisa berbeda, tapi bukan berati orientasinya berubah.

Amerika di bawah Obama : Masihkan Membawa Harapan??

Site Info

Powered by Google Ads

Followers

Chatting

Recent Comments